Webinar Nasional
  • Ilmu Administrasi Negara
  • 25. 08. 2020
  • 0
  • 1189

Meulaboh-Prodi Ilmu Administrasi Negara FISIP Universitas Teuku Umar menyelenggarakan WEBINAR NASIONAL dengan Tema "Reformasi Pemerintahan Indonesia Di Era New Normal " pada Selasa, 25 Agustus 2020 pukul 10.00 melalui Zoom Conference. Narasumber dalam webinar tersebut adalah Prof. Agus Pramusinto, MDA selaku Ketua IAPA Pusat dan Ketua Komite Aparatur Sipil Negara RI, kemudian Dr. Ir. Bima Haria Wibisana, MSIS selaku Kepala Badan Kepegawaian Negara RI dan  Dr. Drs. Safrizal Z.A., M.Si. selaku Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri RI dan dipandu oleh Nodi Marefanda, M.AP dosen Ilmu Administrasi Negara FISIP-UTU sebagai moderator. Adapun sambutan dari Dekan FISIP Universitas Teuku Umar yaitu Bapak Basri SH, MH dan kemudian  dibuka langsung oleh Prof.Dr. Jasman J. Ma’ruf, SE., MBA selaku Rektor Universitas Teuku Umar.

Webinar Nasional yang diikuti oleh ratusan peserta yang berasal dari 60 Instansi yang berbeda dari seluruh wilayan Indonesia baik dari Aceh hingga Papua ini menjadi yang perdana diselenggarakan oleh Prodi Ilmu Administrasi Negara FISIP Universitas Teuku Umar. Fadhil Ilhamsyah, M.Si selaku Ketua Prodi menyampaikan “Webinar Nasional ini kami selenggarakan guna menjawab tantangan kita sebagai praktisi, akedemis maupun mahasiswa dalam mengkaji Reformasi Birokrasi Indonesia di Era New Normal ini,” jelasnya. Kemudian beliau juga menambahkan bahwa kondisi new normal memberikan dampak yang sangat luas apalagi dalam tatanan pemerintahan yang tentunya banyak hal yang harus disesuaikan dengan kondisi yang terjadi di Inodesia bahkan di Dunia saat ini karena adanya pandemic Covid-19 ini.

Dalam kesempatan yang pertama Prof. Agus Pramusinto, MDA menjelaskan mengenai reformasi pemerintahan dan Adaptasi Kehidupan Baru. Beliau menyampaikan, “Reformasi akan selalu ada, apalagi dengan adanya pandemi covid-19 ini mau tidak mau kita harus beradaptasi dan momentum ini harus dijadikan sebagai titik awal perbaikan dalam berbagai layanan publik,” jelasnya . Beliau menegaskan Apa yang terjadi saat ini, sebetulnya apa yang sudah lama digagas, tapi tidak pernah dijalankan, dengan adanya pandemi justru yang menggerakkan perubahan. Jarak fisik tidak lagi membatasi pelayanan publik, karena kini orang bekerja dalam ruang berubah dari fisik ke virtual. Menurut beliau manajemen ruang perlu dijalankan secara efektif: flexible place, flexible time. Kinerja ASN harus diubah dengan berbasis pada output/outcome yang dihasilkan .”Pelayanan harus bersifat citizen centric, oleh karenanya warga harus dilibatkan untuk mereview apa yang kurang selama ini”, jelas Ketua KASN RI.

Dr. Ir. Bima Haria Wibisana, MSIS menjelaskan bahwa “Reformasi Birokrasi selalu disampaikan oleh Presiden RI dalam setiap kesempatan, mengingat Reformasi Birokrasi menjadi prioritas pemerintah RI ke-4,”Jelasnya. Beliau mneyampaikan bahwa dilhat dari global competitiveness Index ASEAN, Indonesia mendapatkan rangking ke-50, sementara dilhat dari Inovasinya Indonesia masih rangking ke-80 dunia. Beliau menambahkan akan banyak jenis pekerjaan tergantikan oleh teknologi, adanya inovasi tempat bekerja, dan perubahan pola bekerja. Tren normal baru pekerjaan ASN saat ini meliputi peningkatan volume dan konektivitas data kerja, peningkatan tuntutan analisis dan pengolahan big data, serta peningkatan transaksi dan interaksi pekerjaan secara digital. Oleh sebab itu “ASN harus punya skill normal baru khususnya informasi, media dan teknologi skills,” tegas Kepala BKN RI.

Dr. Drs. Safrizal Z.A., M.Si menyampaikan mengenai arah kebijakan pemerintah menuju masyarakat produktif dan aman covid-19. Beliau menjelaskan bahwa “ jika dulu orang berperang secara fisik tetapi sekarang kita berperang melawan virus yang bentuknya kelihatan tidak menarik namun sangat mematikan bagi kita semua,” jelas Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri RI. Beliau memberikan penjelasan ada 5 tugas Kemendagri dalam pencegahan dan pengendalian covid 19 di Indonesia yaitu sosialisasi, memberikan pedoman teknis, pendampingan, koordinasi dan singkronisasi serta pelaporan. Pada saat terakhir beliau mengajak semua peserta Webinar untuk bersama mendukung pemerintah dalam menangani covid-19 ini dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. (Agatha Debby)

Komentar :

Lainnya :