• Ilmu Administrasi Negara
  • 22. 03. 2022
  • 0
  • 1091

 

Meulaboh - Peningkatan sumber daya dosen yang ada dalam lingkungan Prodi Ilmu Administrasi Negara (IAN) terus dipacu untuk menjawab tantangan-tantangan masa kini. Peningkatan yang ingin ditingkatkan salah satunya adalah bagaimana dapat mendesain perkuliahan di dalam ruang agar lebih menarik dan lebih dalam untuk menguasai keilmuan yang akan disampaikan oleh dosen kepada mahasiswa. Untuk menyambut hal itu Prodi Ilmu Administrasi Negara menyelenggarakan Workshop yang membahas mengenai penyusunan RPS berbasis Case Method dan Team Based Project di Kampus Universitas Teuku Umar. "Agenda peningkatan sumber daya dosen sudah menjadi ikhtiar prodi kita setiap tahunnya agar keilmuan dan metode pengajaran para dosen lebih up to date dengan perkembangan zaman" imbuh Kaprodi IAN, Safrida, S.Sos., M.A.P.

Acara Workshop ini diisi oleh Bapak Dr. Slamet Rosyadi, S.Sos., M.Si., CiQaR. “Kita mengundang khusus bapak Slamet Rosyadi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto Jawa Tengah untuk hadir ditengah-tengah kita” terang Sekprodi IAN, Agatha Debby Reiza Macella, S.A.P., M.Si. Kemudian Acara ini dibuka langsung oleh Bapak Basri, SH., MH selaku Dekan FISIP Univerisitas Teuku Umar,  beliau menyampaikan bahwa kegiatan workshop ini sangat dibutuhkan mengingat kini setiap perguruan tinggi dituntut dapat mencapai 8 IKU, dimana salah satunya adalah penggunaan RPS yang berbasis case method dan team based project.

Dalam Workshop ini Bapak Slamet Rosyadi memaparkan bahwa Ilmu Pengetahuan terus berkembang dan bisa berubah dengan cepat serta harus disesuaikan dengan kurikulum yang kita miliki karena kurikulum adalah induknya. “Kurikulum yang ada harus menjawab Profil lulusan yang dinginkan oleh prodi, profil lulusan akan melahirkan CPL (Capaian Pembelajaran Prodi)” jelas Slamet Rosyadi yang merupakan Koordinator Prodi Magister Administrasi Publik Unsoed. Pemateri juga menyampaikan harus ada  kemampuan dosen untuk menyampaikan gagasan, menggambarkan konsep, menyampaikan pertanyaan dalam perkuliahan yang dapat menjadi Capaian Pembelajaran dalam RPS.  “Contoh misalnya kita berikan kasus kemudian mahasiswa mencari literatur guna menjawab/menganalisis solusi atas kasus yang diberikan oleh dosen” terang Slamet.

Antusias dari pada dosen-dosen juga terlihat dengan mengajukan berbagai pertanyaan yang menjadi kendala dan permasalahan dalam membuat RPS, serta meminta petunjuk kesesuaian yang sudah para dosen lakukan dalam perkuliahan. Sehingga banyak terjadi tukar pikiran dan pendapat yang terjadi di forum workshop tersebut. Pemateri juga menekankan bahwa dengan adanya kasus yang diberikan dapat meningkatkan kemampuan berpikir analisis mahasiswa, dan mengenalkan langsung eviden based kepada mahasiswa. “Untuk mendukung dan memfasilitasi hal tersebut prodi dan dosen bisa mencari praktisi yang dapat dihadirkan terkait materi kuliah yang disampaikan, atau akademisi jika ada mata kuliah yang masih meraba terkait pencapaian CPL” ujar Dr. Slamet Rosyadi, S.Sos., M.Si., CiQaR.

Terakhir, pada penutupan panitia acara menyerahkan sertifikat kepada pemateri dan diikuti dengan foto bersama. “Acara ini menjadi harapan terkait kualitas pembelajaran yang diberikan oleh Prodi IAN  kedepannya melalui RPS yang berbasis  case method dan team based project agar melahirkan sarjana IAN yang berkualitas dan menjawab tantangan global masa kini dan masa mendatang” tutup Kaprodi IAN ,Safrida, S.Sos., M.A.P. 
(Ikhwan Rahmatika Latif)

Lainnya :