Dosen Admnistrasi Negara Gelar Studi Lapangan di Kantor PLN UP3 Meulaboh
  • Ilmu Administrasi Negara
  • 22. 08. 2020
  • 0
  • 1251

 

Meulaboh,UTU-Prodi Ilmu Administrasi Negara FISIP Universitas Teuku Umar melakukan studi lapangan bertajuk Penerapan Modul kombinasi Teori dan Studi lapangan Implementasi kebijakan Program Stimulus Covid TTL Pemerintah Khusus Tarif Rumah Tangga) yang dilakukan di  kantor PLN UP3 MEULABOH pada hari Rabu 19 Agustus 2020 pukul 08.30 WIB.  Tujuan dari kegiatan ini ialah memberikan pemahaman kepada mahasiswa  antara teori dan praktek implementasi kebijakan yang terjadi di lapangan.

Kegiatan ini dipandu oleh Mutiana dan dibuka  langsung oleh bapak Ediwan Manager PLN UP3 Meulaboh yang menjelaskan bahwa beliau sangat senang dan memberikan apresiasi kepada ibu Safrida, S.Sos., M.A.P atas kesediaannya untuk mengalisis kasus listrik bersubsidi pada masa Covid kepada masyarakat khususnya di wilayah Meulaboh dan sekitarnya sehingga nantinya mendapatkan solusi atas permasalahan tersebut.

Safrida, S.Sos, M.A.P., selaku dosen prodi Ilmu Administrasi Negara menjelaskan bahwa “PLN UP3 Meulaboh di pilih sebagai studi lapangan karena pada masa Covid pemerintah memberikan subsidi listrik kepada masyarakat, namun masih ada yang belum memahami bagaimana prosedurnya sehingga berdasarkan masalah tersebut perlu dikaji apa kendalanya?” Jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut mahasiswa mengikuti secara daring, namun Ediwan selaku Manager PLN UP3 Meulaboh menyampaikan, “Jika nanti sudah normal kembali Bu Safrida dan mahasiswa bisa langsung mengunjungi kantor PLN”, harapnya. Selain itu beliau juga menilai bahwa modul Modul kombinasi Teori dan Studi lapangan Implementasi kebijakan ini sangat bermanfaat sekali bukan hanya bagi mahaisiswa namun juga bagi kalangan umum.

Pada materi pertama yang dijelskan oleh Safrida, S.Sos., M.A.P bahwa dalam teori Edward III terdapat 4 indikator keberhasilan implementasi kebijakan  yaitu komunikasi, sumberdaya, struktur organisasi dan disposisi. Lukman Hakim,. SE, sebagai pemateri kedua menjelaskan tentang  implementasi program Stimulus Covid TTL Pemerintah Khusus Tarif Rumah Tangga, serta kendala yang dihadapi sehingga implementasi program belum berhasil secara optimal. Beliau mengatakan “belum meratanya bantuan yang diterima oleh masyarakat dan informasi yang belum sepenuhnya diterima dengan baik oleh masyarakat”. Marzuki sebagai slah satu mahasiswa peserta kuliah lapangan ikut memberikan analisnya mengenai kasus implemntasi kebijakan program listrik bersubsidi tersebut dimana menurutnya twrdapat kekurangan sumber daya pada saat melakukan pendataan sehingga dirasa kurang tepat sasaran ditambah lagi dengan komunikasi yang kurang optimal sehingga informasi yang diberikan kepada masyarakat belum menyeluruh. (Agatha Debby)

Komentar :

Lainnya :